Petunjuk pelatihan menghayati bacaan shalat khusyuk dengan Metode 3T (Tuma’ninah, Tafakkur, Tadabbur).
A’uzubillahiminasyaitonirrojiim Bismillahirrohmanirrohiim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabararokatuh
Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara yang dirakhmati Allah, sebelum melakukan latihan ada beberapa petunjuk yang perlu diketahui agar hasilnya dapat memberi manfaat sebesar-besarnya untuk meningkatkan kekhusyukkan dalam shalat.
1. Latihan ini menggunakan Metode 3T (Tuma’ninah, Tafakkur, Tadabbur). Tuma’ninah maksudnya latihan dilakukan dengan ketenangan, ketenangan pikiran, ketenangan perasaan dan ketenangan jiwa. Tafakkur maksudnya masing-masing bacaan shalat dimengerti dan difahami dengan baik. Tadabbur maksudnya masing-masing kata bacaan shalat dihayati maknanya sehingga meresap kedalam jiwa.
2. Sebelum melakukan latihan diwajibkan memahami isi buku Shalat Khusyuk Metode 3T dan mendengarkan isi ceramahnya.
3. Latihan ini dimaksudkan untuk membuat memori dalam pikiran, memori ini bila terus diulang-ulang akan menjadi memori aktif yang lancar sehingga memudahkan mengingat makna-makna bacaan shalat. Dengan demikian bacaan shalat yang diucapkan dilidah sejalan dengan memori makna yang ada dalam pikiran, atau lidah dan pikiran berjalan seiring sehingga khusyuk bisa dirasakan selama melaksanakan shalat.
4. Dengarkan dan hayati dengan baik masing-masing kata dalam latihan ini, ikuti dalam hati dan lisan secara perlahan-lahan.
5. Dipertengahan latihan ada jeda suara atau suaranya berhenti beberapa detik, hal ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan mengulang kata-kata latihan dengan bahasa sendiri.
6. Latihan ini dilakukan diluar shalat, sekali lagi diluar shalat.
7. Dalam latihan ini ada arahan untuk menarik dan menghembuskan nafas, tujuannya adalah untuk mempercepat proses menenangkan pikiran. Menarik dan menghembuskan nafas tersebut boleh dilakukan boleh juga tidak, bila dirasakan kurang nyaman maka menarik dan menghembuskan nafas tidak perlu dilakukan.
8. Setiap latihan menghayati makna masing-masing ayat diawali dengan penjelasan maknanya, hal ini dimaksudkan agar hasil latihan lebih berkesan dalam memori pikiran. Pengulangan penjelasan makna sangat penting dilakukan karena bila ceramah tersebut hanya sekali didengarkan kemungkinan akan lupa.
9. Tidak diperkenankan berlatih saat menyetir mobil atau bekerja.
10. Perlu diketahui, latihan shalat khusyuk ini bukan ajaran meditasi, sekali lagi bukan ajaran meditasi, tetapi digali dari ajaran islam yaitu Tuma’ninah, Tafakkur dan Tadabbur yang disingkat dengan 3T. Pada saat kita sedang melakukan latihan menghayati masing-masing bacaan shalat, datang pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan biarkan saja karena pikiran manusia bersifat sementara, kadang datang kadang pergi, arahkan saja pikiran kita pada bacaan shalat yang kita hayati.
Jakarta 3 Januari 2018
Lukman Hakim
berkacadiri@gmail.com
Terapi ur’ani
Khusyuk
Shalat Metode 31


